Dijegal, Penjaga Makam Daftar Pilkades


Jawapes, SIDOARJO
- Saduki (60) warga Desa Sumorame Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo yang profesi sehari harinya menggeluti sebagai penjaga makam, didukung masyarakat untuk mengikuti ajang pemilihan kepala desa (Pilkades) tahun 2022. 


Namun sayang, dalam perjalanannya untuk dapat menjadi bakal calon kepala desa, diindikasi ada penjegalan dari panitia Pilkades.


Saduki menjelaskan kepada media Jawapes, awalnya didesak oleh masyarakat setempat untuk mendaftar menjadi kepala desa, walau dia tidak ingin menjadi kepala desa.


"Melihat lambatnya perkembangan di Desa Sumorame, masyarakat mendesak saya untuk maju menjadi Kades Sumorame, walaupun saat ini keseharian saya sebagai penjaga makam," ujar Saduki.


Lanjut Saduki, akhirnya saya pun mendaftar Pilkades pada 27 Pebruari 2022 (hari terakhir pendaftaran Pilkades) dan menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia Pilkades di Balai Desa Sumorame.


Namun, tambah Saduki, berkasnya sudah lengkap tapi dikembalikan lantaran kurang satu syarat yaitu akte kelahiran. Saat itu dirinya menggunakan surat kenal lahir dan bukti kepengurusan akte kelahiran.


"Saya sudah mengurus Akte Kelahiran jauh sebelumnya, namun saat itu ada trouble di Dispendukcapil hingga beberapa hari sampai akhir pendaftaran belum terselesaikan Akte Kelahirannya," ungkap Saduki. 


Saat Akte Kelahirannya selesai tanggal 4 Maret 2022, dirinya kembali lagi menyerahkan berkas. Namun kecewa karena berkasnya ditolak dengan alasan pendaftaran sudah tutup.


Sementara salah satu pendukungnya, Sugiyo juga mengatakan hal yang sama bahwa berkas pendaftaran Pilkades Saduki pada tanggal 27 Pebruari 2022 itu dikembalikan lantaran kurang akte kelahiran.


"Namun saya heran, pada saat berkas dikembalikan panitia, tak lama kemudian, istri dari bacakades pertama langsung mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Sumorame," tandasnya.



Tambah Sugiyo, ada apa dengan panitia Pilkades di Desa Sumorame? Saat dirinya menanyakan kelengkapan calon kedua tidak diijinkan. 


"Tidak ada info calon lain mengurus kelengkapan Bacakades tiba-tiba ada calon. Saat saya tanyakan kelengkapan datanya tidak diijinkan dengan alasan dokumen negara, kenapa panitia takut menunjukkan," kesal Sugiyo.


Akhirnya atas dasar desakan masyarakat Desa Sumorame, Senin (21/3/2022), bersama masyarakat, Saduki mencoba sekali lagi menyerahkan berkas pendaftaran Pilkades.


Rombongan Saduki beserta pendukungnya memaksa Panitia Pilkades untuk menerima berkas pencalonannya.


Kondisi Balai Desa Sumorame sempat krowdid antara pendukung dengan panitia pilkades. Akhirnya terjadi mediasi yang didampingi Kurniawan dari Tim Fasilitator Pilkades Kecamatan Candi.


"Demi kondusifnya tahapan Pilkades, kami meminta para pendukung Saduki untuk membuat surat pengajuan keberatan pada panitia Pilkades Kabupaten Sidoarjo. Dan apapun keputusannya akan saya  kawal," tegas Kurniawan. 


Turut hadir dalam kegiatan di Balai Desa Sumorame tersebut, fasilitator Kecamatan Candi, panitia Pilkades Sumorame, anggota Polsek Candi, anggota Polres Sidoarjo, anggota Koramil Candi, tim pendampingan, dan masyarakat Desa Sumorame.(Tim)


kali berita ini telah dibaca

Post a Comment

Previous Post Next Post

Rizal Diansyah, ST

Pimpred Media Jawapes. WA: 0818306669

Countact Pengaduan